PASARCASH AGEN BOLA SBOBET & TARUHAN JUDI ONLINE TERPERCAYA
Bunga99.com Agen Bola Online, Bandar Poker DominoQQ, Togel, Casino Terpercaya
BungaQQ Situs BandarQ, AduQ, Domino QQ Online Terpercaya di Indonesia
CobaQQ Situs Agen BandarQ Online, Domino QQ 99 Qiu Qiu, Poker Online Terpercaya 2017
IdolaQQ Situs Dewa Poker Domino QQ 99 Qiu Qiu BandarQ Online Terbaik Indonesia 2017
KokiQQ Situs BandarQ | Bandar Qiu Qiu | Domino 99 | Poker Online Terpercaya
JadwalPoker Agen Poker | Dewa Poker | Judi Poker | Texas Poker
DepoQQ Situs Poker Online, DominoQQ, dan BandarQ Terpercaya
Situs Domino Online Terpercaya,Situs Gampang Menang
Nonton Movie di Specialis Movie
Pasang Iklan Anda Disini
Pasang Iklan Anda Disini

Perselingkuhan Cewek Seksi Yang Mengaku Sering Merasa Kesepian

Kumpulan Cerita Dewasa Terupdate 2017Cerita Dewasa ngentot terbaru sebelumnya yang berjudul Kebutuhan Seks Yang Ingin Kuperoleh Dari Para Daun Muda, dan kali ini situs Cerita69.co akan membagikan cerita nakal yang tidak kalah menariknya tentu saja yang berjudul Perselingkuhan Cewek Seksi Yang Mengaku Sering Merasa Kesepian,.. jangan lupa siapin tissue nya dulu ya hihihi.. biar gak muncrat kemana-mana ya say… hehehehe ya uda kita masuk saja ke cerita nya..

Baca Juga : Tips Mahir Bermain Poker Qiu Qiu Online

Ini terjadi beberapa tahun yang lalu, ini bermula saat aku sedang membantu sahabatku yang sedang melaksanakan persiapan pernikahannya di rumahnya. Lazimnya acara pernikahan pasti banyak orang yang juga turut membantu keluarga sahabatku itu, dari mulai tetangga sampai teman2 bermain sahabatku itu pastinya.

Dari sekian banyak orang yg membantu itu ada salah seorang wanita yang menarik perhatianku. Wanita ini memakai gaun pesta yang sangat anggun dan seksi, dia memakai gaun warna ungu dengan belahan rok memanjang hingga sampai ke pertengahan pahanya.

Bila dia berjalan pasti kulit mulus pahanya sekilas mengintip, membangkitkan gairah siapapun yang melihatnya. Wajahnya biasa saja tapi karena kulitnya putih mulus membuat gairahku bangkit, aku berkhayal seandainya aku bisa menyentuh kulit mulusnya itu aku pasti akan melakukan apapun yang dimintanya hihihi.

Aku berusaha mencari tahu siapa gerangan wanita itu. Rupanya dia adalah adik mamanya temanku, usianya kutaksir sekitar 30 tahun an gitu dan dia telah mempunyai putra 2 orang. Suaminya tidak bisa hadir karena sedang mengurus bisnisnya di luar kota. Aku sering meliriknya terutama saat dia berjalan, putih pahanya menyilaukan mataku dan membangkitkan gairahku.

Rupanya diam-diam dia mengetahui kalau aku sering mencuri-curi pandang terhadapnya. Suatu saat aku terpergok dirinya saat aku sedang melirik ke belahan dadanya yang sedikit telihat dari luar gaunnya, spontan aku sangat malu dan takut seandainya dia marah lalu mengadukan perbuatanku itu pada keluarga sahabatku itu, duhhh… malunya aku seandainya dia lakukan itu.

Tetapi rupanya dia tidak marah, malah justru tersenyum saat dia mengetahui aku sedang mencuri pandang ke arah bagian tubuhnya. Bukan main senangnya hatiku saat mengetahui dia tidak marah karena kenakalan mataku, mudah-mudah an ini pertanda baik bagiku, batinku berkata. Aku mencari cara agar aku bisa berdekatan lalu berkenalan dengannya, tapi karena keadaan yang serba sibuk saat itu membuatku tidak mempunyai kesempatan untuk mendekatinya atau mengajak kenalan tentunya.

Akhirnya kesempatan itu tiba saat aku diminta tolong oleh mamanya sahabatku untuk mengambilkan pesanan kue di toko langganan mamanya, dan yang membuat hatiku bersorak adalah kala mamanya menyuruh adiknya untuk mengantarku ke toko kue itu. Dengan menggunakan mobilnya kami berangkat hanya berdua, wah kesempatan emas nih, sorak batinku dalam hati.

Dalam mobil aku ingin memulai pembicaraan dan berkenalan dengannya tapi entah mengapa bibirku terasa kelu, aku jadi serba salah karena selama di mobil pahanya yang putih bersih tersingkap sebagian karena bentuk belahan gaun dan posisi duduknya yang seakan-akan sengaja membiarkan pahanya terbuka.

Sesekali aku melirik ke arah pahanya dan tanpa terasa adikku perlahan mulai bangkit, ini membuatku jadi salah tingkah. Dia rupanya diam-diam juga memperhatikan tingkah lakuku dan semakin menggoda diriku dengan gerakan kakinya yang membuat belahan gaunnya semakin lebar terbuka, membuat pahanya semakin kian terlihat olehku.

“Hayo, tadi liatin apa waktu di rumah?..” ucapnya memecahkan keheningan. Aku yang mendapat pertanyaan itu spontan memerah, aku tersipu tapi pura-pura saja tidak mengerti apa maksud pertanyaanya itu.

“Kamu nggak usah bohong deh ama mbak, mbak tau kok tadi kamu ngelirik ke arah mbak terus, emang ada yang aneh ya..?” pancingnya kepadaku.

“Emm, nggak kok mbak, eh gimana ya mbak, aduh aku jadi nggak enak kalau mau terus terang ama mbak, takut mbak marah nanti..” jawabku kikuk karena aku takut dia marah bila dia tau aku bernafsu oleh tubuhnya yang indah itu.

Dengan tertawa kecil dia mendesakku untuk mengatakannya, akhirnya dengan sedikit malu-malu aku berterus terang bahwa aku suka melihat pahanya yang putih mulus itu. Selesai berkata begitu aku menjadi tambah gugup karena aku takut dia akan marah mendengar penjelasanku tadi. Tetapi dia hanya tertawa lalu tanpa kuduga sama sekali dia lalu berkata,

“Emang kamu belum pernah megang paha cewek, kalau kamu mau megang pahaku pegang aja tapi nggak boleh ngelantur megangnya ya..” katanya sambil tersenyum padaku.

“Bener nih mbak, mbak nggak marah..” jawabku memastikan ucapannya.

Dia tidak menjawab tapi tangannya langsung bergerak meraih tanganku lalu meletakkannya di pahanya. Aku yang mendapat perlakuan seperti itu spontan saja menjadi lebih berani, kubelai pahanya dan kurasakan kulit mulusnya yang hangat menyentuh telapak tanganku. Kubelai-belai pahanya dan sesekali kuremas gemas, lalu perlahan tanganku menelusup ke balik gaunnya merayap naik ke arah selangkangannya.

Saat ujung jariku menyentuh kain penutup bagian paling sensitifnya, kudengar lenguhan tertahannya. Aku semakin bersemangat, perlahan kutelusupkan jariku ke pinggiran kain berendanya lalu mulai, mulai memasuki celana dalamnya. Aku dapat merasakan bulu2 halus di sekitar vaginanya, tonjolan yang ada di dalam celana dalamnya kurasakan semakin keras mengacung.

Aku menjadi semakin lupa diri, tapi saat jariku mulai menyentuh bibir vaginanya yang telah membasah, dia menahan tanganku lalu memberi isyarat keluar. Rupanya kami telah tiba di tujuan. Setelah merapikan gaunnya yang sedikit berantakan karena kenakalan tanganku tadi, kami beranjak keluar dari mobil lalu menuju ke toko kue langganan mamanya sahabatku itu dan mengambil kue pesanannya.

Dalam perjalanan pulang kembali ke rumah sahabatku aku ingin mengulang kembali usahaku tadi yang sempat terhenti, tetapi dengan halus dia menolakku dan mengatakan nanti saja lain hari dia akan mengajakku ke rumahnya guna menuntaskan hasrat kami yang sempat tertunda hari ini.

Aku sangat senang mendengar ucapannya, lalu kucium pipinya dengan penuh gairah. Dia hanya tertawa kecil mendapat perlakuanku itu. Selama perjalanan kami hanya berbicara seadanya tapi tanganku sesekali mengelus paha mulusnya dan tangannya sempat beberapa kali meremas kejantananku seakan tak sabar ingin menikmatinya.

Namanya Santi, dia mengaku sering merasa kesepian karena suaminya jarang berada di rumah, suaminya adalah seorang pebisnis sukses yang mempunyai beberapa anak perusahaan sehingga dia lebih sering berada di luar rumah mengurus bisnisnya ketimbang istrinya yang seksi ini. Lalu kita saling bertukar nomer telepon dan dia berjanji akan menghubungiku nanti bila saatnya tepat.

Setelah kejadian itu aku selalu teringat akan dirinya dan berharap dia akan mengajakku main ke rumahnya lalu bercinta dengannya, aku tidak berani menghubunginya karena aku takut bila ada suaminya di rumahnya aku takut rencanaku bisa berantakan bila ketauan dengannya.

Akhirnya Sinta menghubungiku, saat itu aku baru mandi pagi dan sedang bersiap akan keluar mencari pekerjaan karena saat itu aku masih pengangguran. Dia mengundangku untuk ke rumahnya, dia bilang anak-anak nya sedang sekolah dan pembantunya sedang pulang ke kampungnya kemarin menengok anaknya yang lagi sakit.

Saat ini dia sedang sendirian di rumah dan mengajakku memanfaatkan waktu yang ada untuk bersama. Bukan main senangnya hatiku, dengan bergegas aku berpamitan pada orang tuaku, kukatakan aku akan pergi melamar kerja seperti biasanya.

Singkat cerita sampailah aku di alamat rumah yang diberikannya, dia tinggal di sebuah komplek perumahan elit. Kulirik sesaat jam tanganku, jam 9 kurang, berarti ada waktu beberapa jam sebelum putra-putra nya pulang dari sekolah, pikirku.

Kupencet bel rumahnya, lalu tak lama kemudian dari rumah itu terdengar sebuah suara yang kukenal tapi sosoknya tidak keluar rumah, yang menyuruhku untuk langsung masuk dan mengunci kembali pagar depan rumahnya. Setelah mengunci pagar aku langsung bergegas masuk ke rumahnya. Saat aku telah berdiri di hadapannya barulah kusadari ternyata dia hanya memakai gaun tidur yang sangat merangsang.

Warnanya hitam dan ukurannya sangat pendek hingga sebagian pahanya dapat terlihat jelas olehku, dan yang paling membuatku bernafsu adalah ternyata dia tidak mengenakan apa-apa lagi di balik gaunnya itu. Itulah sebabnya dia tadi tidak membukakan pagar rumahnya dan hanya berteriak menyuruhku masuk, rupanya dia telah merencanakan semua ini, batinku berkata. Lalu tanpa dikomando kami bergerak saling rangkul dan bibirnya adalah sasaran pertamaku. Kami berciuman dengan sangat panas, lidah kami saling berbelit di dalam rongga mulut kami.

Tangannya erat merangkul pinggangku, tangan kananku mengelus punggungnya dan tangan kiriku meremas bokongnya gemas. Sekitar lima menit-an kami bercumbu dengan posisi itu sampai dia melepaskan pagutannya pada bibirku lalu menyeretku menuju kamarnya yang terletak di tengah.

Setelah menutup dan mengunci pintu kamar dengan nafas memburu dia lalu mulai mempreteli bajuku satu persatu sampai tak tersisa, akupun tak mau kalah kulepaskan gaun tidurnya sampai kami sama-sama polos tanpa sehelai benang pun menempel di tubuh kami.

“Wow gede banget kontolmu Lingga, mbak pengen banget ngerasain kontolmu ini..” katanya sambil meraih kontolku dan dengan cepat dikulumnya. Aku hanya mendesah lirih saat bibir dan lidahnya bermain di kejantananku, kadang aku meringis nikmat saat lidahnya dengan lincah menggelitik ujung kontolku, membuat kejantananku semakin keras menegang.

Kepalanya bergerak liar maju mundur kadang berputar di kejantananku, menimbulkan sensasi nikmat yang sukar ku ungkapkan dengan kata-kata. Sekitar 15 menit dia mengulum kontolku, lalu dia berdiri dan mengulum bibirku, kemudian dia beranjak ke ranjang, duduk di tepian ranjang sambil membuka kakinya lebar-lebar. Aku mengerti keinginannya lalu aku berjongkok di depannya, kupandangi sejenak vaginanya sambil jariku meraba klitorisnya yang kulihat telah berdiri mengacung.

“Ayo sayang, jangan diliatin aja dong.. cepet jilatin punya mbak ini hehehehe.., mbak udah nggak tahan nih..” rintihnya memohon padaku untuk memulai aksiku sambil tangannya meraih kepalaku lalu didekatkan ke arah vaginanya.

Dengan gerakan cepat dan tiba-tiba aku langsung menerkam klitorisnya dengan kedua bibirku lalu menguncinya erat. Lenguhannya keras terdengar saat aku lakukan itu.

“Aahhhhhh sayang.. kamu nakal ya, kamu ja.. eugh..” ucapannya terputus saat lidahku dengan gerakan cepat menyapu klitorisnya, kadang kutekan kepalaku ke arah vaginanya dan kutempelkan lidahku pada vaginanya rapat, lalu dengan gerakan cepat kugerakkan kepalaku berputar dengan posisi lidahku masih erat menempel di klitorisnya.

Lenguhan dan erangannya semakin keras tersengar memenuhi seluruh ruang, nafasku dan nafasnya sudah sama2 memburu. Vaginanya semakin basah, cairan dari dalam vaginanya bercampur dengan air ludahku membuat vaginanya berkilat tertimpa cahaya lampu yang ada tentunya.

“Udah sayang.. masukkan kontolmu, mbak udah nggak tahan nihh, mbak mau.. ughh..” rintihnya, sambil tangannya menarik tubuhku naik, berharap aku segera memasuki liang kewanitaannya itu dengan kontolku yang sudah mengacung keras.

Tapi aku sengaja bertahan, aku ingin dia merasakan orgasme pertamanya dari permainan lidah dan bibirku. Kugencarkan seranganku pada vaginanya sampai kurasakan tiba-tiba tubuhnya menegang kaku, kedua pahanya erat menjepit kepalaku dan tangannya kuat meremas sprei.

Diiringi jerit nikmat tubuhnya lalu menyentak liar tidak terkendali, pinggulnya terangkat sejenak lalu tubuhnya lunglai, kedua kakinya lemah terbujur ke lantai. Matanya rapat terpejam dan bibirnya setengah terbuka menggumamkan erangan lirih. Aahhhhh… rupanya dia telah mendapat orgasme pertamanya, pikirku senang.

Aku bergerak berdiri lalu kuangkat seluruh tubuhnya yang telah lunglai ke atas pembaringan atau ranjangnya, kemudian aku berbaring disisinya. Kupandangi wajahnya yang penuh keringat itu, kuseka keringat yang menetes di wajahnya lalu kukecup dahinya lembut. Mendapat perlakuanku itu matanya terbuka lalu bibirnya tersenyum, sambil mencubitku gemas dia memelukku erat.

“Kamu nakal ya,.. kamu bikin mbak keluar bukan pake kontolmu yang gede itu tapi malah pake bibirmu yang memble itu..” cibirnya seraya mencubit gemas pipiku.

“Tapi rasanya sama enak kan mbak..” sahutku sambil meremas lembut dadanya.

Dia mencubit pipiku lagi lalu berkata, “Ternyata kamu pinter juga ya, hayoo.. ketauan kamu sering begituan ama cewek yaa..” selidiknya sambil memasang muka masam.

“Aah.. nggak kok mbak, aku cuma sering nonton film BF.., jadi aku tau gimana cara muasin cewek..” balasku menangkis tudingannya.

“Udah nggak apa-apa kok,.. mbak malah senang kamu udah pinter,.. kan mbak nggak perlu ngajarin kamu lagi kan, naah sekarang mbak mau ngerasain kontolmu itu sayang..” sahutnya sambil tangannya meremas kontolku yang masih tegang dengan kerasnya dengan gemas.

Mendengar ucapannya itu aku langsung mencium dadanya, kuciumi kedua payudaranya dengan lembut tapi puting susunya sengaja aku tidak lumat, hanya aku sentuh dan gesek dengan bibirku sambil sesekali kugesekkan ujung hidungku pada puting susunya yang juga sudah mulai mengeras itu.

Dia hanya merintih geli saat kulakukan itu, lalu dengan gerakan cepat dan tiba-tiba aku menerkam puting susunya yang sebelah kiri dengan bibirku. Kugigit lembut putingnya dengan bibirku lalu kubuat gerakan memelintir puting susunya, tubuhnya tersentak sedikit saat kulakukan itu. Tangannya meremas rambutku lembut, mulutnya menggumamkan kata-kata tidak jelas pertanda birahinya mulai beranjak naik lagi.

Tanganku bergerak meremas dadanya yang sebelah kanan, lalu kupelintir puting susunya dengan dua jariku, perlahan kurasakan kedua puting susu nya itu makin mengeras. Tangannya makin kuat meremas kontolku dan kurasakan sedikit sakit saat jarinya meremas kontolku dengan agak kuat, kugeser pantatku sedikit agar remasan nya pada kontolku bisa sedikit berkurang.

Puas bermain di dadanya, kugeser tanganku perlahan menuruni tubuhnya, kuraba perutnya yang masih rata tanpa lemak walau sudah pernah melahirkan lalu semakin turun ke bawah ke arah vaginanya. Kakinya semakin dilebarkan saat jemariku sampai di daerah paling sensitif di tubuhnya itu.

Jari telunjukku kuletakkan tepat di atas klitorisnya dan jari tengahku menyentuh permukaan bibir vaginanya yang juga sudah mulai membasah lagi. Kugerakkan kedua jariku berirama dan kuhisap kuat2 puting susunya, perlakuanku itu membuatnya makin tidak mampu menahan diri. Tibatiba dia mendorong tubuhku lalu dengan cepat dia menaiki tubuhku.

“Kamu nakal banget sihh.. awas ya sekarang giliran kamu.. kubikin lemes..” ucapnya sambil memegang kontolku lalu diarahkannya ke arah vaginanya yang telah merekah basah itu.

Setelah dirasa pas lalu dia menekan pinggulnya perlahan, erangan nikmat keluar dari mulut kami bersamaan saat kulit kelamin kami mulai bersentuhan, nikmat sekali. Karena vaginanya telah sangat basah maka dengan mudah seluruh kontolku dapat masuk ke dalam vaginanya, lalu pinggulnya mulai bergerak naik turun dengan cepat.

Kuimbangi gerakan naik turunnya dengan arah berlawanan, jadi penetrasi yang terjadi semakin dalam dirasakannya. Kontolku terasa dijepit oleh vaginanya, aku tidak menyangka walaupun dia pernah melahirkan sampai 2 kali ternyata vaginanya masih sangat nikmat, mampu menjepit dan memberikan gesekan nikmat pada kontolku.

Suara berkecipak akibat kelamin kami yang beradu ditambah suara rintihan dan erangan nikmat dari mulut kami membuat suasana kamar menjadi semakin erotis. Kuremas kedua payudaranya yang bergelantungan di atas tubuhku, kupilin puting susunya kadang kutarik lembut hingga membuatnya makin tak mampu menahan diri.

Beberapa menit kami melakukan ini, aku berusaha bertahan untuk tidak keluar terlebih dulu, karena aku ingin memberinya kepuasan ganda hari itu. Akhirnya puncak kenikmatan itu mulai dirasakannya, rintihan nikmatnya makin kuat terdengar.

“Uugh sayanggg, aku mau keluar lagi.. eempf..” rintihnya, tangannya kuat mencengkeram dadaku dan kurasakan kukunya mencakar kulit dadaku.

Dibarengi teriakan nikmatnya lalu tubuhnya menegang kaku sesaat, kedua matanya rapat terpejam dan mulutnya terbuka menggumamkan jerit kenikmatan. Mendengar rintihan nikmatnya membuatku juga tidak mampu lagi menahan diri, aku juga mulai merasakan adanya aliran yang semakin kuat memuncak di kontolku seakan ingin meledak.

“Aah mbak.. Santii.. aku juga.. aahh..” ucapku tersendat saat air maniku tak mampu lagi kubendung menyemprot kuat di dalam vaginanya. Mendapat semprotan air maniku yang kuat di dalam vaginanya membuat dirinya orgasme untuk ketiga kalinya.

Saat orgasmenya yang ketiga dia melumat bibirku dengan buas, teriakan nikmatnya tertahan di dalam mulutku bercampur dengan erangan nikmatku. Kami saling berpelukan erat menikmati sisa orgasme yang kami rasakan, kontolku masih tertancap kuat di dalam vaginanya. Bibirku dan bibirnya saling melumat, dengan mata terpejam kami menikmati sensasi nikmat ini.

Setelah rasa nikmat itu mulai mereda, tubuhnya bergulir lunglai ke sisiku. Kami bersama memandangi langit-langit. Dan tanganku mulai mengelus rambut hitam nya yang begitu indah itu dan dia juga meraba lembut dadaku dengan tangan kanannya.

“Mbak.. aku sangat cinta dan sayang kali sama mbak..” kataku ketika aku dan Mbak Santi masih dalam posisi yang sama sambil memandangi langit-langit. “Mbak juga sayang sama kamu.. Lingga..” balasnya sambil kembali menciumi bibirku dan kusambut dengan mesra nya… hihihi..

Sejak saat itu aku dan Mbak Santi sering mengulangi kemesraan ini ketika ada kesempatan ataupun Mbak Santi sedang horny dan minta aku untuk memuaskan birahi nya itu.. ya aku sama sekali tidak menolaknya sampai sekarang.. hehehe…

Baca Cerita Dewasa yang pasti nya lebih nakal dan nikmati tentunya untuk dibaca, hanya di Cerita69.coKumpulan Cerita Dewasa Terupdate 2017.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *