KepoQQ
WEDEQQ
IDOLAQQ
KOKIQQ
HOKI 365
JASAQQ
BOLA 168
DOMINO 168
TAHUNQQ
COBAQQ
ARENA99
DOMINO99
CERITA NAKAL DEWASA 69
DAFTAR SITUS BANDARQ TERPERCAYA & CAPSA SUSUN TERPERCAYA INDONESIA

Kisah Bercintaku Sang Driver Ojek Online 2

Kisah Bercintaku Sang Driver Ojek Online 2 Cerita Nakal sebelumnya yang telah diketahui atau kita baca bersama tentu saja yang berjudul Kisah Bercintaku Sang Driver Ojek Online, dan kali ini situs Cerita69.co akan melanjutkan cerita mesum yang mantap dengan cerita sebelumnya yang pastinya bisa membangkitkan birahi seseorang yang berjudul Kisah Bercintaku Sang Driver Ojek Online 2  ,.. ya uda yuk kita langsung aja mulai aja cerita nya.. hehehe penasaran? yuk let’s go..

Demam Ojek Online memang sedang mewabah sekarang, banyak kalangan berbondong-bondong daftar menjadi Mitra ojek online mungkin karena tergiur oleh penghasilan nya yg lumayan, Tapi lain hal nya dengan aku, aku daftar hanya karena iseng-iseng saja, lumayan lah bisa dpt hp dan helm meskipun ga bagus tp cukup lah. Dan disini lah Petualangan Sex ku dimulai.

Oh ya Perkenal kan aku Romli umurku skg akan menginjak 35 akhir tahun ini, tinggi badan ku 170 berat sktr 81Kg lmyn aga tegap sih, kulit ku sawo matang, wajah ku biasa saja tak ada yg special, namun cerita ku kali ini yg menurut ku luar biasa, karena ini adalah kisah nyata ku.

Ga pernah kepikiran buat jadi tukang ojek online ini sebelumnya, tp ga kerasa juga sudah hampir satu tahun aku mengikutinya, meskipun dulu jarang narik karena aku memang bekerja di suatu perusahaan BUMN di kota Kembang ini jadi ojek online hanya sampingan belaka, iseng di kala suntuk. Sudah 3 bulan ini aku memang fokus di ojek ini, bukan karena penghasilannya tp karena petualangan sex yg aku dapati.

Chapter 2 : Driver Berjilbab Sylvia

Koleksi Cerita Hot Terbaru 2016 | Seminggu setelah Peristiwa Eva aku mendapati kejutan baru lagi saat menjalani profesi sampingan ini, yaitu sebagai Driver ojek Online. Sebenar nya ini adalah hal yg tak pernah aku duga sebelum nya bahkan tak pernah terlintas sedikit pun akan hal ini, Sylvia ya dia adalah Sylvia seorang Driver Ojek Online khusus Wanita, Sebuah kenangan indah di Tahun ini menjelang datangnya bulan suci Umat Muslimin.
Selama tiga hari aku masih merasakan ngilu di selangkangan dan Kontol ku ini, bagaimana tidak, aku dan eva melakukan hingga lima ronde malam itu, sungguh bukan hal yg biasa bagiku bahkan ini adalah hal yg baru pertama kali aku lakukan selama hidup ku. dan selama tiga hari ini aku hanya beristirahat di rumah karena memang kurasakan badan ku kurang sehat, setelah periksa ke klinik aku langsung menuju rumah kontrakan ku dan tidak lupa mengabari orang kantor tempat ku biasa bekerja, di kamar aku hanya berbaring merasakan ngilu di selangkangan ku namun sesekali ku mengingat-ingat kejadian bersama Eva, tak beberapa lama aku pun hanyut dalam lamunan ku dan tertidur, esok hari nya aku coba iseng menghubungi Eva, aku kirim kan pesan singkat melalui WA,

kutulis kan “Hai Eva, apa Kabar?”
namun berjam – jam tak juga Eva membalas, ah ya sudah lah aku pun membantingkan tubuh ku ke tempat tidur lagi sambil ku nyalakan TV, beberapa saat aku menonton tv tiba-tiba terdengar notifikasi pesan di hp ku, kulihat Eva membalas WA ku, dan isi nya
“Rom, jgn hub aku dl skg ya, aku lg djakarta lg bareng dia, Aku pulang hari Minggu”
aaaahhhh,,,,aku pun sedikit kecewa, tanpa membalas pesan tsb aku menuju kamar mandi untuk buang air kecil dan kembali tidur.

Beberapa hari kemudian tepatnya hari sabtu aku iseng buat nyari orderan siang hari, setelah bersiap-siap aku pun meluncur ke pusat kota ini, dari juanda, ke jln merdeka, ke Braga dan muter lagi hingga ke alun-alun kota ini. Aku Parkirkan motor ku di samping Masjid Agung kota ini dan mencari tempat yg nyaman buat beristirahat sambil nunggu order, cuaca hari ini sangatlah panas tapi kulihat sebelah barat kota ini bergulung-gulung awan hitam sudah mulai menghiasi langit kota ini, Sambil menunggu aku nyalakan sebatang roko Filter kesukaan ku dan baru saja beberapa hisap muncul notif order dlm hp ku, ku lihat itu adalah orderan Penumpang, setelah kulihat tujuannya ternyata mengarah ke daerah Setia budi, tepat nya kedaerah Ojek Online dilarang masuk, haduh dlm hati ingin sekali cancel orderan ini tp apa boleh buat dari pada kesal menunggu, ya sekalian jln-jln deh.

Akhir nya ku hubungi sang pemesan tersebut untuk menentukan tempat penjemputan, setelah deal aku pun segera menuju tempat penjemputan tsb, ku lihat disan menunggu 2 org berpakai Muslim sepertinya pasangan suami Istri, sangsuami mengenakan Pakaian Gamis lengkap dgn peci putih dan terlihat dua titik hitam di dahi nya, mungkin dia ahli ibadah, sementara sang Istri mengunakan Jilbab yg serba tertutup dan panjang dan mengunakan Cadar,.
Dan akhir nya aku menghampirinya,

“kang yg pesan ojek ya?”
“Oh, iya saya Kang” jawab nya
“tp kang nunggu satu lagi ya buat istri saya”
“iya kang siap” jawab ku sambil ku ambil helm untuk ku serahkan pada sang suami.
Tak lama mendekatlah Seorang wanita berkerudung menggunakan motor matik putih, dia menggunakan Jaket Hitam dan celana jeans yg lmyn ketat sehingga saat dia berdiri aku dapat melihat lekukan tubuhnya, terutama pantatnya yg padat berisi, aku pun segera menaiki motor ku dan ku persilahkan pemumpang itu untuk naik, dan sang istri tampaknya sudah lebih dulu berada di atas motor sang driver berkerudung itu,
“Kang nanti jln nya barengan aja ya, gpp pelan-pelan aja” pinta sang suami
Aku hanya menganggukan kepala saja tanda mengiya kan.

Aku pun berjalan mengikuti sang driver wanita itu karena takut nya dia tertinggal klo aku yg duluan, sesekali kulihat sang driver wanita itu melirik di kaca spion motor nya, aku hanya tersenyum saja, ntah dia membalas senyumku atau tidak karena dia mengenakan masker. Setelah beberapa lama kami pun sampai di tempat tujuan dan pemesan membayar ongkos kami berdua, dia membayar kami dengan selembar uang 100rb an, dia bilang tak usah di kembalian bagi dua aja, aku pun mendekati driver wanita itu,

“Teh maaf ga ada uang 50an dua ga?”
“aduh ga pnya a” Jawab nya
“ya udah kita tuker dulu ya”
akhirnya kami pun pergi beranjak untuk mencari toko atau warung untuk menukar kan uang, di sebuah warung aku pun menukar kan uang tsb menjadi beberapa pecahan uang receh puluhan ribu, aku pun kembali menghampiri driver wanita itu,

“ini teh uang nya” dia hanya mengangguk dan menghitung uang tsb, iseng saja ku tanya namanya
“teh maaf namanya siapa?”
driver wanita itu menoleh ke arahku dan membuka masker nya
“knp gt a?” tanya nya, kulihat wajah nya lumayan menarik, meskipun aga sedikit menor dengan lipstik yg lmyn tebal tp sangat serasi dgn postur tubuh nya yg ber isi, kulihat meskipun dia berkerudung tp dia mengenakan celana jeans ketat dan jaket yg lmyn ketat jg sehingga lekuk tubuh nya bisa tergambar oleh ku,
“engga teh, cm pengen kenal aja, jd kan pas ketemu di jln kita bs saling sapa” jawab ku
“hhmmm,,,sylvia a”
“oh sylvia, sy romli, salam kenal ya teh?”
“oh iya sama-sama”
begitulah selintas perkenalan ku dengan driver wanita itu yg bernama Sylvia, kami pun berpisah mengambil arah masing-masing.

Selepas Isya sekitar pukul 19.10 hujan pun turun deras, aku yg masih berada di pusat kota memutus kan untuk pulang ke kontrakan ku, jarak dari pusat kota ke kontrakan ku skitar 1 jam, sepanjang jalan aku merasakan udara dingin dan guyuran air hujan yg terasa begitu menusuk tulang ku, tak jarang aku menggigil di buat nya meskipun sudah mengenakan jas hujan. Sekitar 100 meter mendekati gang rumah kontrakan ku aku melihat sesorang sedang mendorong motor nya di tengah guyuran hujan yg semakin lama semakin deras, kupelan kan laju motor ku mendekatinya dengan niat membantu atau sekedar bertanya, takut nya Maling lagi, semakin dekat kulihat ternyata dia adalah seorang wanita berkerudung yg tampak basah kuyup sambil mendorong motor nya, kulihat dia tidak mengenakan jas hujan, saat kuperhatikan dengan jelas ternyata dia adalah Sylvia driver wanita yg td siang narik bareng dgn ku, aku pun segera mendekatinya,

“teh sylvia, knp motornya teh?”
sesaat Sylvia terkejut melihat ku,
“eehh,,,a romli, ini a motor nya bocor” jawab nya,
“ya udah atuh hayu saya bantuin ya, kasihan ga pake jas hujan lg”
aku pun segera memarkir kan motor ku dan berjalan menghampiri nya
“Sini biar saya yg dorongin, klo ga salah deket sini ada tukang tambal ban”
“ga usah a, nanti ngerepotin lg, biar saya aja” tampak sylvia masih malu – malu menerima tawaranku, namunaku kasihan melihat nya yg sedari tadi menggigil kedinginan ditambah hujan semakin deras saja,
“udah gpp, kasian km pst cape mana kedinginan lg, ntr sakit loh”

aku pun langsung mengambil alih kemudi nya, sementara sylvia hanya terdiam sesaat,
“Ga ngerepotin nih a?” tanya nya ragu
“engga lah, masa bantuin temen seprofesi di bilang ngerepotin” ku coba menenangkan nya
“nih km pake motor saya, juga nih pake jas ujan saya dulu, kasihan kamu dingin” aku pun membuka jas hujan ku walau pun hanya bagian jaket nya, awal nya dia menolak namun aku paksa dgn berbagai alasan dan akhir nya sylvia pun menuruti.

Setelah berjalan sktr 10 menit menuju tempat tambal ban, akhir nya sampai juga kami pada tempat yg kami tuju, namun sial nya tempat tsb sudah tutup, mgkn karena hujan yg begitu deras, kami pun akhir nya berhenti sejenak di teras tukang tambal ban untuk sedikit berteduh, sementara kulihat sylvia semakin hebat menggigil, aku merasa sangat kasihan dan menawar kan diri untuk ke rumah kontrakan u yg berada tidak jauh dari tempat tsb, sebenar nya Sylvia menolak namun dengan sedikit rayuan akhirnya aku berhasil membujuk nya untuk ke rumah kontrakan ku, sesampai nya di rumah kontrakan ku aku parkirkan motor ku di depan sementara motor sylvia aku masukan kedalam garasi kecil dirumah kontrakan ku yg hanya muat untuk 2 motor saja.

Aku pun mempersilah kan Sylvia untuk masuk ke dalam rumah ku, awal nya dia ragu karena takut di lihat tetangga, aku pun coba meyakin kan nya kalo disini jam malam gini apalagi hujan deras, tetangga disini pst udah pada tidur, akhirnya sylvia pun mau melangkah masuk kedalam rumah ku, segera saja ku berikan handuk untuk mengeringkan badan nya yg kedinginan dan kubuat kan air hangat untuk menghangat kan tubuh nya, sekarang ku lihat tubuh nya tidak lg terlalu menggigil, ku perhatikan tubuh nya yg basah benar-benar sangat sexy, sekejap nafsu birahi ku bangkit, otak mesum ku mulai berjalan dan si kontol ku mulai terasa bangkit walau dalam situasi dingin,

“Teh ko bisa sampai bocor sih, emg gimana ceritanya?” aku pun bertanya pada sylvia yg sedari tadi duduk di kursi sambil memeluk air panas dlm cangkir yg ku suguh kan,
“iya ga tau a, kena paku mungkin, td sih blm ujan jd saya dorong siapa tau ada tukang tambal ban” jawab nya
“tp apes nya malah turun hujan, deras lg, td nya mau neduh tp tanggung basah ya jd jln ja trs”
“emg rumah nya dmn teh?”

setelah kutelusuri ternyata rumah syvia berada jauh dr rmh ku, rumah nya berada di sebelah barat kota ini, dan perjalanan ke sana dr rmh kontrakan ku memakan waktu sktr 1,5-2 jam perjalanan, aku pun kasihan dan menawar kan nya untuk mengganti pakaian nya dengan pakaian kering milik ku sambil menunggu baju nya kering dan hujan reda,

“udah teh sana bersihin badan nya, saya udah siapin air panas td, ini baju gantinya dan celana panjang olah raga saya, cuma ini kaya nya yg aga mendingan buat teteh cuma kerudng nya sy ga pnya, hehehe”
“ah engga a, ngga usah biar gini aja, gpp ko sy cm nunggu ujan reda aja” sambil sesekali badannya menggigil kedinginan,

“ya dah saya bantu keringin ja pakaian nya, masukin ke pengering pakaian di mesin cuci, klo dah kering trs ujan nya reda baru pulang ” aku pun berusaha menjelaskan niat baik ku,
“ntar pulang nya pake motor aku teh, motor teteh simpen sini aja biar besok saya yg tambalin ban nya”
Sylvia hanya mengangguk saja dan beranjak menuju kamar mandi sambil membawa pakaian kering yg tadi kusiapkan, tak lama ia pun keluar dari kmr mandi,

“Loh ko, maaf ya teh knp ga sekalian kerudung nya di buka, dikeringin juga?”
“gpp a gini aja, sy belum terbisa buka kerudung di hadapan org lain”
setelah beberapa kali kubujuk dan kuyakinkan, akhirnya Sylvia pun mau membuka kerudungnya, kini bisa kulihat jelas wajah sylvia yg begitu manis dan cantik dgn rambut sebahu. Aku menunjukan letak mesin pengirng ku dan mengajarkan cara menggunakannya, sementara aku menyiapkan makan buat kami berdua,

“Ayo makan dulu teh,,,tp cuma nasi goreng aja ya, hehehe soalnya ga da yg masakin disini mah”
“Ga usah ropot-repot a” seperti biasa sylvia tampak malu – malu dan canggung meskipun ku tahu dia dlm keadaan lapar. Dan akhirnya setelah kubujuk dia pun mau menuruti perkataan ku dan makan bersama, setelah makan kami pun mengobrol di ruang tamu sambil menonton tv, dari situ aku tahu banyak tentang sylvia dan sylvia pun semakin akrab dan terbuka pada ku, dan yg ku tahu dari obrolannya ternyata dia adalah janda dgn 1 anak, dia bercerai dr mantan suaminya sudah 1 tahun, Sylvia memilih pekerjaan itu karena dia blm jg ada pekerjaan lain selepas dia putus kontra dari tempat nya bekerja dulu. tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 10 malam namun hujan di luar tidak menandakan akan reda , malam semakin dingin dan sepi, tampak raut wajah syvia terlihat tak tenang karena hujan tak kunjung reda, mgkn ia khawatir kdgn keadaan anak nya disana, melihat hal itu aku pun mengerti dan berusaha menenangkan nya,

“udah telpon ja dulu sana org rumah nya teh”
“iya a, tp,,,” sylvia sejenak terdiam
“tp knapa teh?”
“ini a, disini dmn ya yg jual pulsa?”
“aduh dikirain apaan, udah nih pake pnya saya ja teh, lmyn baru ngisi td pagi” sambil ku berikan hape ku ke sylvia, meskipun terlihat ragu namun akhirnya dia ambil jg,

“gpp a bener ini teh?”
“iya udah pake aja”
Setelah beberapa lama dia menelpon kini raut wajah nya sudah mulai tenang, dan aku kembali mengajaknya mengobrol namun kali ini aku lebih sering menjurus ke arah yg lebih privasi, meskipun Sylvia terlihat canggung namun dia tetap menjawab, sesekali aku pun menggoda nya dengan hal – hal tentang Sex,
“Udah lama dong Kering teh? hehehehe,,,,” candaku padanya,
sylvia pun terlihat tersenyum tersipu malu, namun kini aku tak melihat keraguan dan canggung lg mgkn karena dia semakin merasa akrab dgn ku,
“iya gitu lah a, emg mau siapa yg ngairin nya”
aku pun semakin berani, ” ya dah sini biar aku ja yg mengairi, hehehe,,, tanggung kan basah di luar aja”
“apaan sih a” sylvia pun dengan genitnya menjawab sambil mencubit lengan ku, kami berdua tertawa sambil mengobrol hal-hal yg berbau tabu, kini suasana ruangan ku semakin terasa hangat dan ceria meskipun diluar hujan msh saja blm reda, tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 12 kurang 15 malam, aku pun baru menyadari posisi duduk kami semakin berdekatan, setelah lelah mengobrol dan bercanda sejenak kami saling diam dan mata kami hanya fokus menyaksikan tv, saat itu otak mesum ku menjadi dan nafsu birahiku semakin bergejolak, jantung ini berdetak tak beraturan namun ku coba memberanikan diri menggapai tangan sylvia yg berada di atas pahanya, ku raih tangannya ku remas jemarinya perlahan, namun sylvia hanya menoleh dan membiarkan ku, menyaksikan hal itu aku semakin berani, kini kurapatkan posisi duduk ku ku rangkul tubuh Sylvia, sesaat ku rasakan desah nafas sylvia mulai tidak beraturan, kini dia mulai menatapku penuh arti, kami pun saling bertatapan untuk beberapa saat lalu kudekatkan bibir ku menuju bibir nya, sesaat Sylvia terlihat menolak namun aku dengan cekatan merapatkan tubuhnya dan langsung ku cium perlahan bibir nya, kini ku rasakan nafas nya mulai mendesih, semakin lama kau pun semakin rakus dan ganas melahap bibirnya, namun sylvia belum juga mengimbangi ku, dia terlihat hanya pasrah menikmati permainan ku, kini tangan ku mulai mengelus-elus seluruh badan nya dan sesaat kemudian ku arahkan tangan ku menuju gunung kembar miliknya, kini Sylvia terlihat semakin Pasrah dan hanya memejam kan matanya, ntah itu karena malu atau karena nikmat, sementara aku masih dengan rakus melumat bibirnya memaikan lidah ku di dlm bibirnya, kuhisap habis lidah nya, sehingga ku rasakan desahan demi desahan Sylvia yg semakin lama semakin menjadi, sementara tangan ku masih asik meremas – remas toket nya dari luar kaos yg ia kenakan, beberapa saat kemudian aku mulai menyingkap kaos nya hingga ke dada dan kini terlihat dua gunung terbungkus bra berwarna krem, sejenak aku takjub melihat Toket nya yg putih mulus berbentuk Bulat berukuran sekitar 34C, aku pun berusaha menaikan bra milik nya tanpa membuka nya dan kini terpampang jelas puting coklat yg telah mengeras, tanpa berlama – lama aku pun langsung meremas – remas Toket nya dan memutar – mutar puting nya , sementara ciuman ku sudah semakin ganas dan hot lagi, badan Sylvia kini mulai mengelijang menahan Nikmat nya serangan – serangan ku dan kali ini aku mendapat perlawanan dari ciuman nya, kini Sylvia berbalik menyerang ku degan ciuman yg sangat ganas, setiap inci rongga mulut nya ia susuri dengan lidah nya saat lidah kami bertemu sesaat itu pun ia langsung melahapnya dan menghisap kuat kuat lidah ku yg seakan mau copot.
Sementara itu aku pun berusaha membuka Kaitan bra milik nya, kulempar kan ke atas meja dan mulai meremas dengan bebas nya , beberapa menit kemudia ku pun melepas kan ciuman dan langsung melaha bukit kembar milik nya, ku hisap kuremas satu persatu Toket Sylvia ku sedot kuat kuat hingga Sylvia merintih dah mendesah merasakan nikmat yg luar biasa dari serangan ku kali ini,
“Sshhh,,,AAAAAhhhhhh,,,,iiiiiiihhhhhh,,,,”
semakin lama semakin keras desahan Sylvia terdengar, melihat hal itu aku pun tak menyia-nyiakan kesempatan, tangan ku langsung merangsek dengan mudah nya keselangkangan Sylvia, karena memang sylvia hanya menggunakan celana olahraga milik ku, tanpa hambatan aku pun mengusap usap, mengelus dan memaikan memek nya dari luar CD nya, kurasakan memek nya semakin basah dan tubuh Sylvia terus menggeliat bagai cacing kepanasan, lalu kusingkap CD nya dan kutusuk kan perlahan jari tengah ku ke dalam Memek nya yg sudah basah,
“AAAAAHHHHHH,,,,,,SSSHHHHHH,,,,IIIIIHHHHH,,,,AAAAA HHHHH” desah nya semakin keras terdengar, mendengar hal itu aku semakin bernafsu dan bersemangat, mengocokan jari tengah ku ke dlam memek Sylvia yg mulai banjir oleh cairan vagina nya,
“Ah,,,AAAHHH,,,Ah,,AH,,,AAAHHH,,,,iiiihhhh”, semakin lama semakin cepat ku kocok kan jariku di dlm memek nya, sementara mulut ku masih rakus melahap toket sylvia yg semakin lama semakin keras, kurasakan gelombang Nafsu birahi yg tinggi sedang dirasakan Sylvia, karena sesekali kedua tangan nya memeluk kepalaku dan menekan kuat-kuat ke arah toketnya, kini kumasukan dua jari kedalam memek Sylvia dan mengocok nya dengan tempo sedang dan semakin lama semakin ku percepat temponya, beberapa menit kemudia tubuh Sylvia mengejang, tangan nya mencengkram kepalaku menekan kuat-kuat membenamkan kedalam Toket nya dan mendesah panjang,
“AAAAAAA,,,AAAAAHHHHHHHHHH,,,,,SSSSSHHHHH,,,AAAA,, ,KKUUU,,,,KELUAR,,,,AA”
perlahan tubuh Sylvia melunglai lemas, kurasakan beberapa kali semburan cairan hangan di dalam Memek nya, sementara tubuh nya melunglay ku biarkan jariku menancap dlm Memek nya dab kubiarkan Sylvia merasakan sisa sisa Orgasme nya, mata nya terpejam dan nafasnya berangsur tenang, aku menyaksikan hal itu semakin terangsang dan senang, sementara Kontol ku yg sedari tadi tegang ingin segera melahap Lubang Memek milik nya namun kutahan demi kepuasan selanjutnya, Perlahan ku cabut cari ku dari memeknya dan kucium bibir nya dengan lembut, sesaat kemudia mata nya terbuka, Sylvia hanya tersenyum tersipu malu menatap ku, ia kemudia menutup wajah nya dgn kedua telapak tangan nya,
“Ko ditutup sih?” Tanya ku menggoda, ia hanya menggelengkan kepalanya tanpa menjawab pertanyaan ku. aku pun perlahan membuka telapak tangannya, kulihat wajah nya memerah mgkn karena malu danjg mgkn karena nafsu birahi nya ,
“knp teh?”
“ngga apa-apa a, maaaf ya?”
“loh ko minta maaf, emg knp”
aku heran dengan jawaban Sylvia,
“aku malu a”
“knp harus malu? km puas kan?”
“mmmhhhh,,,iya a” sylvia hanya mengangguk dan tersenyum malu di hadapan ku, melihat hal itu aku pun semakin gemas dan Bernafsu sekali melihat nya,
“makasih ya a”
aku pun tersenyum pada nya dan mengerti apa yg ia maksud kan,
“tp ntr dulu,,”
kini kulihat wajah nya sedikit berubah penasaran,
“emg knp a?” tanya nya penuh kegelisahan
“Ga adil donk klo km aja yg keluar, ini si otong ku jg pengen”
kini raut wajah nya mulai tenang dan tersenyum genik kearah kau sambil mencubit lengan ku,
“iiihhh,,,apaan sih aa mah”

kini kutangkap tangan nya dan mengarah kan ke selangkangan ku tempat si otong bersemayam, kulihat Sylvia msh malu-malu, ku bimbing dia untuk mengelus ngelus batang kontol ku dari luar celana ku dan semakin lama Sylvia semakin berani kini ia mulai masuk kedalam celana boxer ku memain kan batang kontol ku dan kepala kontol ku yg menonjol dr balik CD yg ku kena kan, namun aku segera melepas kan tangan nya, kulihat wajah nya kembali cemas dan bertanya-tnya knp,

“jgn disini teh, kita main di kamar aja biar enak ya,” Sylvia pun lega dan mengangguk,.
Aku pergi menuju pintu depan dan mengunci nya lalu kumatikan lampu ruang tengah dan mengajak Sylvia menuju kamar ku. Setelah ku kunci pintu kamar ku langsung ku peluk Sylvia dari belakang tangan ku langsung meremas kedua toket nya, sementara Sylvia hanya pasrah merasakan serangan ku yg tiba-tiba, ku gesek-gesek kan batang kontol ku di sela pantat nya yg sexy, tak beberapa lama ku lucuti pakaian Sylvia dan tinggal lah kini sylvia dlm keadaan Bugil hanya mengenakan CD saja, ku balikan badan nya ku perhatikan setiap inci tubuh sexy nya dari atas sampai bawah membuat ku semakin terangsang dan Bernafsu sekali, sementara Sylvia hanya tersipu malu kuperlaku kan seperti itu, beberapa saat kemudia ku dekati sylvia kucium bibir nya dan kami pun berciuman sangat buat saling melahap satu sama lain, setelah puas berciuman aku langsung meraih toket nya yg kini kembali mengeras, ku kulum ku hisap pentil nya yg semakin mengeras, sementara Sylvia mulai mendesah merasakan nikmat sesaat kemudia ku dorong tubuhnya menuju kasur emouk ku, tanganku bergrilya meraba setiap inci tubuhnya, sementara mulut ku masih asik nenen, kini tangan ku mencoba melepaskan CD nya, kini tampak gundukan kecil yg bersih terawat tanpa bulu yg sedari tadi mengalitkan cairan benik bercampur putih sisa Orgasmenya td, ku elus-elus bibir Memeknya mu mainkan kacang klitoris nya dan kini sylvia mulai menjadi-jadi, tubuh nya tak bisa diam bagai cacing kepanasan,

“AAaaaaaahhhhh,,,,sssshhhh,,,,aaakkuu,,,di aappaaiiin aa”
desah nya,
“kamu nikmatin aja ya teh”
Silvia hanya mengangguk sementara aku meneruskan pekerjaan ku, kini ku arah kan kepala ku di antara selangkangan nya, kuperhatikan Memek berwarna merah muda yg begi tu indah ingin segera ku lahap habis rasanya, aku mulai menjilati mulut Memek nya, ku hisap klitoris nya kumainkan lidah ku di dalam lubang memek nya yg membuat Sylvia mendesah sangat kencang,
“aaahhhhh,,,aaahhhhhh,,,sssshhhhh,,,,iiiiihhhhhh,, ,,ennaaaaakk aa”
aku semakin bernafsu dan bersemangat mendengar hal tersebut, kini kumasukan juga jariku kedalam memeknya kukocok perlahan lahan hingga membuat Sylvia semakin menjadi, tangan nya mencengkram seprai kasur ku dan perutnya terangkat ke atas mnekan kepalaku dan,
“AAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHH,,,,,,,,,,,!!!!!” lengkingan keras beserta kejangnya tubuh Sylvia menandakan Orgasme nya yg kedua, dalam hati ku berfikir ni cewe ko gampang bgt ya Orgasme, mgkn karena sdh lama ga di entot kali ya, hehehehe.

aku biar kan Sylvia menikmati orgasme nya yg ke dua, sementara aku mulai melepaskan pakaian ku hingga kini terpampang Batang Kontol ku yg mengeras bagaikan menara Pisa di Italia sana, ku lihat Sylvia msh ngos-ngosan dan mencoba mengatur nafasnya, namun aku tak peduli segera kudekat kan batang Kontol ku ke wajah Sylvia dan kulihat dia pun sudah mengerti, Sylvia mulai menggenggam batang kontolku dan mengocoknya perlahan dia pun mulai menciumi mulut kontol ku, menjilatinya dari kepala hingga Biji kontol ku, Kini ia mulai memasukan Kontol ku ke mulutnya perlahan, sedikit sedikit namun mentok karena mulunya tak muat melahap semua batng kontol ku, kini Silvia mulai memaju mundurkan kepalanya mengocok kontol ku dengan mulutnya,

“AARRRGGGGHHHH,,,,enak bgt sayang”
aku pun semakin berani memanggil nya sayang karena nikmat yg tiada tara, sementara Kontol ku terus di permaikan oleh Sylvia aku pun tak tinggal diam, ku raih toket nya kuremas dan ku pilin pilin puting nya yg sedari tadi sudah mengeras, setelah beberapa menit kurasakan Kontol ku ingin memuntah kan sesuatu, aku segera mencabut nya dari mulut Sylvia, aku tahan sejenak karena aku tak ingin cepat – cepat Orgasme, setelah aga tenang aku bergerak kearah depan selangkangannya, kubuka lebar lebar selangkangan Sylvia ku angkat sebelah kakinya dan kua arah kan kepala kontol ku di mulut Memek nya, ku gesek gesek kan dengan batang kontol ku, ku lihat sylvia mendesah – desah menahan geli dan nikmat,

“aahhh,,,,aahhhh,,,iiiihhhh,,,ayo masukin aa, ga tahan nih,,”
tanpa banyak kata aku langsung menancapkan Kontolku ke dalam Memek Sylvia Pelahan namun pasti,
“AAAHH,,,,AAAHHH,,,,Terus a dorong sampe mentok”
Perlahan kini batang kontol ku sudah masuk sepenuhnya di dalam memek Sylvia, tanpa kesulitan aku pun mulai memompa Tubuh Sylvia perlahan – lahan, kini tampak Sylvia benar – benar menikmati Kontolku di dalam Memeknya, desah nafasnya mulai berirama mengikuti gerakan maju mundur Kontol ku di dlm memek nya, semakin lama kau semakin mempercepat kocokan ku, dan desahan Sylvia semakin keras,
“aaaahhh,,,,AAAAAHHHHHH,,,AAAAAHHHHH,,,,Terus aa, enaaakk bgt”
semakin lama aku pun semakin ga tahan lalu ku tambah lagi RPM kocokan ku karena kurasakan aku ingin segera Orgasme, tak beberapa lama kau pun menancap kan sampai mentok Kontol ku lebih dlama ke dalam Memek nya, dan,

“AAAAAAARRRRGGGGGHHHHHHH,,,,AKU KELLUUAAAARRR SAYAAAAANG,,,AAAAHHHHH”
Kontol ku menyemburkan sangat banyak Peju di dalam Memek Sylvia dan kulihat sylvia pun mengejang dan dia orgasme lagi yg ke 3, badan ku terasa sedikit lemas dan sylvia sudah lebih dulu terkapat lemah di kasur, nafasnya ngos-ngosan , Kontol ku masih tertancap di dlm Memek Sylvia dan ku bantingkang bdan ku menindih tubuh Sylvia, sambil ku ciumi bibir Sylvia dengan lembut dan sylvia pun membalasnya dengan mesra,
“gmn km puas sayang aku banjirin, hehehehe” tanya ku menggoda
“iya aa, maksih ya udah lama aku ga ngerasain ky gini”
aku dan sylvia berpelukan sambil berciuman mesra sementara Kontolku masih terus menancap merasakan hangat didalam Memek Sylvia, setelah beberapa menit Kemudia aku cabut Kontol ku dengan di ikuti cairan peju yg meleleh keluar dari dalam Memek Sylvia membasahi seprai, ku bantingkan tubuh ku di samping Sylvia, kami saling bertatapan dan tersenyum Puas.

Tak terasa jam sudah menunjukan pukul 1.30 pagi dan malam itu aku dan Sylvia berhubungan sex selama 2 ronde karena Sylvia harus pulang pada puku 4.00 subuh, Setelah mandi dan bersih bersih aku setrika kan pakaian Sylvia yg td malam dijemur, kami pun sarapan nasi goreng bersama sebelum Sylvia pulang, ku berikan kunci motor ku dan stnk nya biar sylvia pulang menggunakan motor ku saja sementara esok pagi nya biar aku yg tambal kan ban motor nya, Sebelum Pulang aku dan Sylvia sempat Berciuman mesra seakan kami tak ingin berpisah, dlm hati aku sdh merasakan sayang pada nya begitu pun jg Sylvia.

Setelah Sylvia pulang aku pun rebahan di sofa panjang ruang tamu ku sambil membayangkan apa yg telah kami lakukan semalam begitu luar biasa dan tak terduga hingga akhir nya aku tertidur pulas sampai tengah hari. Aku pun bergegas mandi dan menambalkan Ban motor Sylvia, setelah beres aku hubungi Sylvia untuk bertemu di suatu tempat makan, saat bertemu Sylvia kulihat dia semakin cantik dan ceria dr sebelumnya kami makan dan mengobrol sekitar 2 jam dan pulang kerumah masing – masing, sejak saaat itu kami lebih sering bertemu lagi dan berbagi kasih sayang dan sex meskipun kami menjalani hubungan ini tanpa status karena Sylvia memang sudah tau Status ku saat ini. Nah cukup sekian dulu cerita hot ini. Benar-benar cerita hot yang anti mainstream bukan?

TAMAT • • •

Baca Juga cerita seks lainnya hanya di Cerita69.co UPDATE SETIAP HARI. Baca juga Cerita Nakal lainnya hanya di Cerita69.coKumpulan Cerita Dewasa & Cerita Nakal Terupdate 2017.

One thought on “Kisah Bercintaku Sang Driver Ojek Online 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


HOKI LIGA
error: Baca Aja Sayang Jangan Di Copy :* :*